Fosil tersebut dipamerkan pada 4 Maret 2010, di Xinwei Ancient Life Fossils Museum, Anshun, Guangzhou. Fosil naga tersebut memiliki tanduk dan sayap. Tradisi yang memuat keberadaan naga, tersebar di seluruh dunia dengan bentuk yang serupa namun tidak sama persis. Misalnya, di Eropa, naga digambarkan berjalan tegak dengan bentuk tubuh yang lebih pendek dibandingkan dengan gambaran naga di Asia, termasuk Indonesia, dimana bentuk tubuhnya lebih panjang dan menyerupai ular.
Fosil naga awalnya ditemukan di Guanling County, Anshun City, tahun 1996. Namun fosil tersebut ditutup rapat-rapat oleh para arkeolog, oleh karenanya penemuan spektakuler tersebut tidak diketahui oleh masyarakat dunia. Namun kini, kita dapat melihat ular naga dengan mata kepala sendiri. Bagaimana, apakah kini anda percaya bahwa naga bukan sekedar makhluk khayalan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar